Selasa, 13 Oktober 2015

ADAT TRADISI DAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA MENJELANG IDUL FITRI

            (Tema : Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan)

              Penduduk, diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk = popuasi, meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Penduduk adalah  orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
            Masyarakat adalah – suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu – kehidupan sosialnya yang teratur karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Pranata sosial dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
            Kebudayaan = hasil budi daya manusia – sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
·         Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan
·         asa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan
·         cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan
            Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
            Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
            Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas. (agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia)
            Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan pikir dari orang yang hidup bermasyarakat dan menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
            Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
            Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukkan, bahwa terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.
            Salah satu contoh penuduk kebudayaan dan masyarakat adalah yaitu tradisi masyarakat pada saat menjelang idul fitri dan permaslahan-permasalahn pada saat menjelang idul fitri. Hari Raya Idul Fitri atau sering kali disebut Lebaran adalah perayaan hari raya bagi umat Islam dimana petanda datangnya bulan yang baru/awal yang baru. Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawal dirayakan Idul Fitri sebagai lambang kemenangan. Menang dari peperangan terhadap hawa nafsu, baik itu godaan makanan, minuman, perkataan, tingkah laku ataupun kebiasaan yang tidak baik. Idul Fitri bisa berarti kembali ke fitra, mulai dari awal/kejadian. Dimana ditandai dengan suara takbir serta disunnahkan dengan pelaksanaan sholat ied yang dikumandangkan diseluruh mesjid. 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah jatuh pada tanggal yang berbeda-beda disetiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.. Dimana penetapan tanggal jatuh nya 1 Syawal ditentukan oleh Pemerintah dan ormas Islam. Sehingga kadang kala penetapan hari raya dari sudut pandang beberapa ormas Islam berbeda dengan penetapan Pemerintah.
Hal yang menarik dari Perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah :
1. Tradisi Pulang Kampung atau Mudik
Dimana sebagian besar masyarakat merayakan hari raya dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Perayaan Idul Fitri identik dengan bersilaturahmi kepada sanak keluarga dan teman, mengunjungi tetangga, meminta maaf atau memohon ampun kepada orang tua ataupun orang yang dituakan disertai sajian makanan khas lebaran. Oleh karena itu Pemerintah memfasilitasi dengan menetapkan hari raya sebagai Hari Libur Nasional. Sehingga otomatis seluruh perkantoran, sekolah dan instansi pemerintah tidak beroperasi. Biasanya perayaan ataupun liburan berlangsung selama 1 minggu.
Tradisi Mudik atau Pulang Kampung merupakan kesempatan berlibur dan meluangkan waktu bersama keluarga. Menikmati keindahan kampung halaman dan menjajali wisata kuliner khas yang ada ditempat tersebut. Khususnya di Jakarta yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Disaat-saat seperti ini, kota Jakarta berubah menjadi kota yang sepi padahal biasanya sangat ramai dan macet, ketika masa-masa liburan lebaran datang sebagian penghuni kota Jakarta pindah dan mudik ke kampung halaman.
Tradisi Mudik bagi penduduk Jakarta menjadi sangat menarik adalah ketika sebagian besar penduduk secara bersamaan pulang ke kampung halaman. Secara bersamaan meninggalkan Jakarta dan menyebar keluar kota baik itu masih di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa. Pergerakan penduduk ini dapat kita pantau melalui berita-berita di TV Nasional maupun pantauan arus lalu lintas. Semua jalur transportasi baik itu darat, laut maupun udara bagi saya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Disini saya bisa melihat bagaimana perjuangan setiap pemudik melalui semua rintangan untuk menemui sanak saudara dan keluarga yang mereka cintai dan kasihi. Masing-masing pemudik punya cerita dan kisah nya sendiri-sendiri jika ditanya pengalaman mereka sepanjang mudik. Tapi yang pasti semua perjuangan pemudik terbayar lunas ketika mereka sampai dengan selamat menemui keluarga mereka. Melakukan sholat ied dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
2. Ketupat


Ketupat dimasyarakat Indonesia identik dengan hari Raya Lebaran, meskipun di luar hari Raya Lebaran tetap ada tetapi tidak seramai pada waktu hari Raya Lebaran, makanan ketupat biasa di lengkapi dengan sayur santan dan semur.

3.  Kue Nastar



Pada menjelang hari Raya Lebaran kue nastar menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk cemilan disaat para tamu dan sanak saudara berkunjung kerumah

4. Pakaian Baru





Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk memakai baju baru dihari Raya Lebaran sudah ada sejak lama, kebiasaan masyarakat Indonesia membeli pakaian baru menjelang hari raya lebaran menjadikan berkah bagi para pedagang musiman


5. Silaturahmi

Sebenarnya Silaturahmi disaat bukan hari raya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, tetapi tidak seperti hari raya lebaran sanak keluarga baik dekat maupun jauh berkumpul selama hari raya lebaran

6. Rekreasi



 

Tradisi-tradisi tersebut seharusnya kita lestarikan dan ita jaga, tradisi atau kebuadayan seperti itu hanya ada di Negara Indonesia maka sepatutnya kita bangga memiliki tradisi atau kebudayaan yang dilakukan masyarakat indonesia pada saat menjelang lebaran idul fitri.


Sumber : file:///C:/Users/user/Downloads/Penduduk%20Masyarakat%20dan%20kebudayaan%20pdf.pdf




Jumat, 03 Juli 2015

DEMOKRASI DALAM KELUARGA


              Istilah demokrasi selama ini hanya diidentikkan dengan permasalahan politik yang ditujukan ke ranah pemerintahan suatu negara dan berhubungan dengan kekuasaan. Akan tetapi demokrasi pada hakikatnya adalah hak asasi bagi setiap warga negara termasuk demokrasi. dan sebenarnya jika ditarik lebih jauh lagi, konsep demokrasi juga dapat diterapkan di dalam keluarga terutama dalam hal mengambil keputusan, pola asuh dan komunikasi antara anak dengan orang tuaKetika dikaitakan antara demokrasi dan keluarga, hal itu diawali dari rumah tangga yang harmonis (sakinah). Lain halnya ketika keluarga tersebut tidak harmonis tentunya proses demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali. Implikasi terwujudnya demokrasi dalam keluarga antara lain :
            Pertama, tidak ada diskriminasi. Keluarga sakinah merupakan manifestasi dari keluarga demokratis. Dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lain. Semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama.
            Kedua, semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang demokratis memberikan kebebasan kepada anggota keluarganya untuk menentukan sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak kepada anaknya dalam menentukan pilihan. Yang terjadi justru komunikasi yang sehat antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.
            Ketiga, tidak ada kekerasan. Ciri rumah tangga yang demokrasi antara lain tidak memperlakukan tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota keluarga. Sebab kewibawaan orang tua tidak selalu berawal dari sikap yang keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan alternatif terbaik bagi anak-anaknya, bukan bertindak semena-mena.
            Keberadaan proses demokrasi di dalam keluarga juga akan menimbulkan suatu kesetaraan dan keadilan baik bagi suami dan istri serta anak sehingga setiap pihak memilih peran yang saling mendukung satu sama lain, tentunya hal tersebut harus diawali dengan komunikasi antar keluarga agar menemukan pemikiran akan kehendak dari setiap pihak dan juga agar dapat meminimalisir potensi konflik dari keluarga tersebut.
            Berikut contoh demokrasi yang terjadi dalam sebuah keluarga, dimana seorang ayah tidak memiliki tanggung jawab teradap urusan keluarga, kewajiban ayah sebagai kepala keluarga tidak andil dalam masalah yang dihadapi dalam keluarga tersebut. Tidak terjadinya demokrasi yang baik di dalam keluarga. Leni sebagai seorang ibu rumah tangga, putri sebagai putri tunggal, dan yazid sebagai ayah (kepala keluarga).  Berikut cuplikan video nya :



Jumat, 24 April 2015

I am for industrial engineers and I am young entrepreneurship

I am for industrial engineers and I am young entrepreneurship
(Saya adalah insinyur teknik industri dan saya seorang pengusaha muda)
            Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses. insinyur indistrial sukses harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif , karena tanpa itu tidak bisa menjual ide-idenya . insinyur teknik industri harus mampu mengelola proyek dan banyak tugas , karena tanpa keterampilan yang dimilikinya akan dapat lebih efisien dan kurang berguna bagi perusahaan. insinyur teknik industri harus dapat mengamati orang lain dan mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan , karena tanpa perubahan itu adalah perjuangan yang berat. Maka dari itu saya ingin menjadi lulusan teknik industri yang mempunyai ide-ide yang bagus untuk kemajuan sebuah perusahaan yang nantinya berguna untuk perusahaan itu sendiri.
            Impian saya sebagai lulusan teknik industri yaitu nantinya saya dapat memiliki sebuah skill atau keahlian, memiliki ide-ide yang cemerlang, dan mempunyai kemampuan dalam bidang industri. Industri itu sangat luas tetapi saya tertarik dengan manufaktur dalam sebuah perusahaan itu sendiri meskipun saya wanita tetapi saya ingin membuktikan bahwa wanita pun dapat bekerja dalam bidang yang cukup ekstrim.
            Ditahun pertama atau pun kedua setelah lulus saya ingin bekerja pada perusahaan BUMN ataupun perushaan asing. Bagi saya itu adalah tantangan saya untuk masuk ke dalam bagian dari mereka, tidak sembarang orang yang masuk atau bekerja untuk mereka. Orang-orang di dalam sana adalah orng-orang yang memiliki kemampuan dan skill yang baik. Maka dari itu tantangan bagi saya dari sekarang untuk mengasah kemampuan yang saya miliki dan skiil saya. Saya ingin menjadi wanita karier yang hebat, yang mandiri, yang smart, dan lain sebagainya.
            Selain itu saya juga mempunyai cita-cita yang besar, saya ingin berwiraswasta. Saya ingin memiliki sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Kenapa saya ingin berwiraswasta? karena pengangguran di Indonesia tinggi maka saya ingin membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka itu adalah salah satu mengapa saya ingin berwiraswasta, alasan lainnya adalah saya ingin menjadi wanita karier yang hebat, karena saya wanita maka saya memiiki tanggung jawab untuk mengurusi rumah tangga saya nanti. Saya tidak ingin nantinya anak-anak saya kurang kasih sayang atau yang lainnya karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya, apabila saya bekerja pada perusahaan maka saya terikat dengan perusahaan itu, apabila saya berwiraswasta maka saya akan lebih banyak waktu untuk keluarga saya, saya bebas menentukan waktu luang saya untuk keuarga. Tentunya berwiraswasta dalam bidang industri.
            Saya juga ingin meneruskan usaha yang dimiliki oleh orang tua saya karena usaha orang tua saya juga bergerak dalam bidang industri manufaktur maka dari itu saya nantinya sebagai lulusan teknik industri dapat meneruskannya dan ditambah lagi usaha kecil yang nantinya saya miliki.


Jumat, 27 Maret 2015

Pelayanan BPJS Belum Maksimal, Banyak Pihak Yang Dirugikan





Warga saat antre mendaftar BPJS -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR



BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.
            BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan (dahulu bernama Jamsostek) merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2014.
            BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan), yang dikelola oleh PT Askes Indonesia (Persero), namun sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT. Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014
            Akibat dari pelayanan BPJS yang belum optimal, masayarakat, rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dirugikan. Masyarakat banyak yang ditolak oleh rumah sakit swasta karena minimnya biaya yang dikeluarkan oleh pihak BJS untuk rumah sakit tersebut, alasannya misalnya kamar penuh dan lain sebgainya. Akhirnya masyarakat tidak dapat menerima pelayanan kesehatan dengan baik.
            Contoh lainnya adalah dikutip dari harian kompas 26 maret 2015 tentang Sistem Rujukan BPJS Belum Maksimal itu adalah akibat dari sistem yang belum terlealisasi. "Sistem rujukan berjalan, tetapi belum maksimal," kata Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional Chazali Husni Situmorang dalam diskusi yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan "Memahami Lebih Dalam Sistem Rujukan dan Pola Pembayaran BPJS", Kamis (26/3), di Jakarta. Akibatnya hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat.  Makin bertambah peserta dan pasien BPJS yang ingin mendapatkan pelayanan makin lambat pula pelayanan yang di dapat dan tidak maksimal dalam memberikan pelayanannya.
            Saat ini juga banyak masyarakat yang masih belum mendapatkan jaminan kesehatan yang maksimal. Sering kali masyarakat dibingungkan dengan sistem yang rumit, misalnya pendaftaran, perujukan dan lain sebagai nya. Mislanya hak masyarakat dalam menerima obat yang didapat secara gratis, kadang ada obat yang tidak bisa diberikan secara gratis (bukan obat generik) maka dari itu pihak rumah sakit atau pun puskesmas dan lain sbegainya dibingungkan dengan pemberian obat alhasil pasien sering kali untuk membeli obat sendiri bukan dari pelayanan BPJS itu sendiri.
            Dilihat dari masalah-maslah yang sering muncul kesiapan pemerintah akan pelayanan kesehatan untuk masyarakat belum sepenuhnya terlealisasi akibatnya hak masayarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi tidak ada. Dan akibat lainnya sistem yang lain pun tidak dapat dimaksimalkan. Banyak pihak yang mengeluh tentang sistem BPJS ini dari pihak rumah sakit, klinik, puskesmas dan lain sebgaianya.
            Infrastruktur layanan pun menjadi masalahnya misalnya masih banyak terjadi kekurangan tenaga (dokter, bidan, perawat) diberbagai RS. Ada banyak juga RS Kelas B yang belum memenuhi standar jumlah ketenagaan, khususnya untuk dokter dan dokter spesialis.
            Masalah lainnya yaitu terlihat dalam harian kompas  selasa, 6 Januari 2015 setahun berlaku, program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih bermasalah. Pemerintah mencatat ada beberapa permasalahan penting yang mewarnai program kesehatan tersebut.
            Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan, salah satu penyimpangan mendasar yang ditemukan dalam penyelenggaraan program tersebut adalah praktik curang yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Berdasarkan temuan pemerintah, ada masyarakat yang memanfaatkan program BPJS Kesehatan untuk menyembuhkan penyakit mereka saja, setelah itu tidak bayar iuran lagi. "Ada semacam moral hazard yang terjadi dan ini harus segera dibenahi," kata nya, Senin (5/1/2015).
            Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Akmal Taher menambahkan, masalah lain yang juga mewarnai program BPJS Kesehatan adalah adanya salah klaim dari pihak rumah sakit. Salah klaim tersebut bahkan, menyebabkan klaim yang diajukan pihak rumah sakit lebih tinggi dari yang seharusnya.
            Akmal mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti kesalahan klaim tersebut disebabkan oleh unsur kesengajaan atau tidak. Akmal belum mau mau memastikan nilai kesalahan klaim tersebut. "Tahun pertama masih sosialisasi, tahun 2015 akan dipertegas dan menyiapkan pengawasannya dan akan ditindak sesuai hukum," ujar Akmal.
            Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengakui masih ada banyak permasalahan yang mewarnai program BPJS Kesehatan selama 2014. Oleh sebab itu, ke depan, BPJS Kesehatan akan memperbaiki pelaksanaan program BPJS Kesehatan.
            Pelaksanaan BPJS Kesehatan harus lebih baik, sebab peserta BPJS Kesehatan terus meningkat. Begitu pula mitra BPJS Kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan dokter.
            Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, mengatakan, jumlah peserta penerima bantuan iuran yang berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu pada tahun 2015 ini akan bertambah sampai dengan 2,2 juta. Untuk menambah peserta tersebut pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 800 miliar pada 2015 dengan premi Rp 19.225 per orang per bulan. "Preminya sama seperti yang tahun kemarin," kata Untung.
            Memang pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya terhadap masyarakat miskin penerima bantuan iuran (PBI) yang pengobatannya ditanggung APBN, belum memuaskan. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, buruknya pelayanan ini bisa dilihat dari sikap rumah sakit yang masih mencari alasan untuk tidak melayani warga miskin penerima bantuan iuran.

Menurut Timboel, alasan rumah sakit bermacam- macam. Namun umumnya beralasan kamar pasien sedang penuh. Padahal ketika dicek banyak kamar kosong. "Ini seperti terjadi di Cengkareng, dan banyak kasus lainnya," kata Timboel, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya di Jakarta pekan ini. (Agus Triyono)
Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/03/26/Sistem-Rujukan-BPJS-Belum-Maksimal. 27 Maret 2015, 23.00 WIB.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/06/130228826/Ini.Permasalahan.Penting.di.BPJS.Kesehatan. 27 Maret 2015, 23.00 WIB.

            Menurut saya pemerintah seharusnya memaksimalkan pelayanan kesehatan masayarakat melalui BPJS kesehatan ini, karena hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari negara/pemerintah misalnya kesehatan. Dampak program BPJS kesehatan ini bagi masyarakat kelas bawah akan berdampak sangat baik namun pemerintah juga harus memikirkan sistem yang baik agar masyarakat tidak dibingungkan dengan sistem yang rumit. Dan juga sarana-sarana penunjang program BPJS juga harus dimaksimalkan.
            Solusi yang terbaik adalah pemerintah harus mengevaluasi sistem yang sekarang ini, mencari permaslahan, keluhan masayarakat tentang program BPJS ini dan mencari jalan keluar yang tepat agar sistem yang masih belum terlealisai tidak berdampak kepada masyarakat itu sendiri. Akibatnya masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dengan baik.






Selasa, 13 Oktober 2015

ADAT TRADISI DAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA MENJELANG IDUL FITRI

            (Tema : Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan)

              Penduduk, diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk = popuasi, meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Penduduk adalah  orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
            Masyarakat adalah – suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu – kehidupan sosialnya yang teratur karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Pranata sosial dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
            Kebudayaan = hasil budi daya manusia – sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
·         Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan
·         asa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan
·         cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan
            Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
            Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
            Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas. (agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia)
            Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan pikir dari orang yang hidup bermasyarakat dan menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
            Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
            Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukkan, bahwa terdapat korelasi diantara corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat, secara garis besar. kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.
            Salah satu contoh penuduk kebudayaan dan masyarakat adalah yaitu tradisi masyarakat pada saat menjelang idul fitri dan permaslahan-permasalahn pada saat menjelang idul fitri. Hari Raya Idul Fitri atau sering kali disebut Lebaran adalah perayaan hari raya bagi umat Islam dimana petanda datangnya bulan yang baru/awal yang baru. Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawal dirayakan Idul Fitri sebagai lambang kemenangan. Menang dari peperangan terhadap hawa nafsu, baik itu godaan makanan, minuman, perkataan, tingkah laku ataupun kebiasaan yang tidak baik. Idul Fitri bisa berarti kembali ke fitra, mulai dari awal/kejadian. Dimana ditandai dengan suara takbir serta disunnahkan dengan pelaksanaan sholat ied yang dikumandangkan diseluruh mesjid. 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah jatuh pada tanggal yang berbeda-beda disetiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi.. Dimana penetapan tanggal jatuh nya 1 Syawal ditentukan oleh Pemerintah dan ormas Islam. Sehingga kadang kala penetapan hari raya dari sudut pandang beberapa ormas Islam berbeda dengan penetapan Pemerintah.
Hal yang menarik dari Perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah :
1. Tradisi Pulang Kampung atau Mudik
Dimana sebagian besar masyarakat merayakan hari raya dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Perayaan Idul Fitri identik dengan bersilaturahmi kepada sanak keluarga dan teman, mengunjungi tetangga, meminta maaf atau memohon ampun kepada orang tua ataupun orang yang dituakan disertai sajian makanan khas lebaran. Oleh karena itu Pemerintah memfasilitasi dengan menetapkan hari raya sebagai Hari Libur Nasional. Sehingga otomatis seluruh perkantoran, sekolah dan instansi pemerintah tidak beroperasi. Biasanya perayaan ataupun liburan berlangsung selama 1 minggu.
Tradisi Mudik atau Pulang Kampung merupakan kesempatan berlibur dan meluangkan waktu bersama keluarga. Menikmati keindahan kampung halaman dan menjajali wisata kuliner khas yang ada ditempat tersebut. Khususnya di Jakarta yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Disaat-saat seperti ini, kota Jakarta berubah menjadi kota yang sepi padahal biasanya sangat ramai dan macet, ketika masa-masa liburan lebaran datang sebagian penghuni kota Jakarta pindah dan mudik ke kampung halaman.
Tradisi Mudik bagi penduduk Jakarta menjadi sangat menarik adalah ketika sebagian besar penduduk secara bersamaan pulang ke kampung halaman. Secara bersamaan meninggalkan Jakarta dan menyebar keluar kota baik itu masih di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa. Pergerakan penduduk ini dapat kita pantau melalui berita-berita di TV Nasional maupun pantauan arus lalu lintas. Semua jalur transportasi baik itu darat, laut maupun udara bagi saya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Disini saya bisa melihat bagaimana perjuangan setiap pemudik melalui semua rintangan untuk menemui sanak saudara dan keluarga yang mereka cintai dan kasihi. Masing-masing pemudik punya cerita dan kisah nya sendiri-sendiri jika ditanya pengalaman mereka sepanjang mudik. Tapi yang pasti semua perjuangan pemudik terbayar lunas ketika mereka sampai dengan selamat menemui keluarga mereka. Melakukan sholat ied dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
2. Ketupat


Ketupat dimasyarakat Indonesia identik dengan hari Raya Lebaran, meskipun di luar hari Raya Lebaran tetap ada tetapi tidak seramai pada waktu hari Raya Lebaran, makanan ketupat biasa di lengkapi dengan sayur santan dan semur.

3.  Kue Nastar



Pada menjelang hari Raya Lebaran kue nastar menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk cemilan disaat para tamu dan sanak saudara berkunjung kerumah

4. Pakaian Baru





Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk memakai baju baru dihari Raya Lebaran sudah ada sejak lama, kebiasaan masyarakat Indonesia membeli pakaian baru menjelang hari raya lebaran menjadikan berkah bagi para pedagang musiman


5. Silaturahmi

Sebenarnya Silaturahmi disaat bukan hari raya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, tetapi tidak seperti hari raya lebaran sanak keluarga baik dekat maupun jauh berkumpul selama hari raya lebaran

6. Rekreasi



 

Tradisi-tradisi tersebut seharusnya kita lestarikan dan ita jaga, tradisi atau kebuadayan seperti itu hanya ada di Negara Indonesia maka sepatutnya kita bangga memiliki tradisi atau kebudayaan yang dilakukan masyarakat indonesia pada saat menjelang lebaran idul fitri.


Sumber : file:///C:/Users/user/Downloads/Penduduk%20Masyarakat%20dan%20kebudayaan%20pdf.pdf




Jumat, 03 Juli 2015

DEMOKRASI DALAM KELUARGA


              Istilah demokrasi selama ini hanya diidentikkan dengan permasalahan politik yang ditujukan ke ranah pemerintahan suatu negara dan berhubungan dengan kekuasaan. Akan tetapi demokrasi pada hakikatnya adalah hak asasi bagi setiap warga negara termasuk demokrasi. dan sebenarnya jika ditarik lebih jauh lagi, konsep demokrasi juga dapat diterapkan di dalam keluarga terutama dalam hal mengambil keputusan, pola asuh dan komunikasi antara anak dengan orang tuaKetika dikaitakan antara demokrasi dan keluarga, hal itu diawali dari rumah tangga yang harmonis (sakinah). Lain halnya ketika keluarga tersebut tidak harmonis tentunya proses demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali. Implikasi terwujudnya demokrasi dalam keluarga antara lain :
            Pertama, tidak ada diskriminasi. Keluarga sakinah merupakan manifestasi dari keluarga demokratis. Dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lain. Semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama.
            Kedua, semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang demokratis memberikan kebebasan kepada anggota keluarganya untuk menentukan sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak kepada anaknya dalam menentukan pilihan. Yang terjadi justru komunikasi yang sehat antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.
            Ketiga, tidak ada kekerasan. Ciri rumah tangga yang demokrasi antara lain tidak memperlakukan tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota keluarga. Sebab kewibawaan orang tua tidak selalu berawal dari sikap yang keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan alternatif terbaik bagi anak-anaknya, bukan bertindak semena-mena.
            Keberadaan proses demokrasi di dalam keluarga juga akan menimbulkan suatu kesetaraan dan keadilan baik bagi suami dan istri serta anak sehingga setiap pihak memilih peran yang saling mendukung satu sama lain, tentunya hal tersebut harus diawali dengan komunikasi antar keluarga agar menemukan pemikiran akan kehendak dari setiap pihak dan juga agar dapat meminimalisir potensi konflik dari keluarga tersebut.
            Berikut contoh demokrasi yang terjadi dalam sebuah keluarga, dimana seorang ayah tidak memiliki tanggung jawab teradap urusan keluarga, kewajiban ayah sebagai kepala keluarga tidak andil dalam masalah yang dihadapi dalam keluarga tersebut. Tidak terjadinya demokrasi yang baik di dalam keluarga. Leni sebagai seorang ibu rumah tangga, putri sebagai putri tunggal, dan yazid sebagai ayah (kepala keluarga).  Berikut cuplikan video nya :



Jumat, 24 April 2015

I am for industrial engineers and I am young entrepreneurship

I am for industrial engineers and I am young entrepreneurship
(Saya adalah insinyur teknik industri dan saya seorang pengusaha muda)
            Teknik industri adalah cabang dari ilmu teknik yang berkenaan dengan pengembangan, perbaikan, implementasi, dan evaluasi sistem integral dari manusia, pengetahuan, peralatan, energi, materi, dan proses. insinyur indistrial sukses harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif , karena tanpa itu tidak bisa menjual ide-idenya . insinyur teknik industri harus mampu mengelola proyek dan banyak tugas , karena tanpa keterampilan yang dimilikinya akan dapat lebih efisien dan kurang berguna bagi perusahaan. insinyur teknik industri harus dapat mengamati orang lain dan mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan , karena tanpa perubahan itu adalah perjuangan yang berat. Maka dari itu saya ingin menjadi lulusan teknik industri yang mempunyai ide-ide yang bagus untuk kemajuan sebuah perusahaan yang nantinya berguna untuk perusahaan itu sendiri.
            Impian saya sebagai lulusan teknik industri yaitu nantinya saya dapat memiliki sebuah skill atau keahlian, memiliki ide-ide yang cemerlang, dan mempunyai kemampuan dalam bidang industri. Industri itu sangat luas tetapi saya tertarik dengan manufaktur dalam sebuah perusahaan itu sendiri meskipun saya wanita tetapi saya ingin membuktikan bahwa wanita pun dapat bekerja dalam bidang yang cukup ekstrim.
            Ditahun pertama atau pun kedua setelah lulus saya ingin bekerja pada perusahaan BUMN ataupun perushaan asing. Bagi saya itu adalah tantangan saya untuk masuk ke dalam bagian dari mereka, tidak sembarang orang yang masuk atau bekerja untuk mereka. Orang-orang di dalam sana adalah orng-orang yang memiliki kemampuan dan skill yang baik. Maka dari itu tantangan bagi saya dari sekarang untuk mengasah kemampuan yang saya miliki dan skiil saya. Saya ingin menjadi wanita karier yang hebat, yang mandiri, yang smart, dan lain sebagainya.
            Selain itu saya juga mempunyai cita-cita yang besar, saya ingin berwiraswasta. Saya ingin memiliki sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur. Kenapa saya ingin berwiraswasta? karena pengangguran di Indonesia tinggi maka saya ingin membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka itu adalah salah satu mengapa saya ingin berwiraswasta, alasan lainnya adalah saya ingin menjadi wanita karier yang hebat, karena saya wanita maka saya memiiki tanggung jawab untuk mengurusi rumah tangga saya nanti. Saya tidak ingin nantinya anak-anak saya kurang kasih sayang atau yang lainnya karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya, apabila saya bekerja pada perusahaan maka saya terikat dengan perusahaan itu, apabila saya berwiraswasta maka saya akan lebih banyak waktu untuk keluarga saya, saya bebas menentukan waktu luang saya untuk keuarga. Tentunya berwiraswasta dalam bidang industri.
            Saya juga ingin meneruskan usaha yang dimiliki oleh orang tua saya karena usaha orang tua saya juga bergerak dalam bidang industri manufaktur maka dari itu saya nantinya sebagai lulusan teknik industri dapat meneruskannya dan ditambah lagi usaha kecil yang nantinya saya miliki.


Jumat, 27 Maret 2015

Pelayanan BPJS Belum Maksimal, Banyak Pihak Yang Dirugikan





Warga saat antre mendaftar BPJS -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR



BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.
            BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan (dahulu bernama Jamsostek) merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2014.
            BPJS Kesehatan sebelumnya bernama Askes (Asuransi Kesehatan), yang dikelola oleh PT Askes Indonesia (Persero), namun sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT. Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014
            Akibat dari pelayanan BPJS yang belum optimal, masayarakat, rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dirugikan. Masyarakat banyak yang ditolak oleh rumah sakit swasta karena minimnya biaya yang dikeluarkan oleh pihak BJS untuk rumah sakit tersebut, alasannya misalnya kamar penuh dan lain sebgainya. Akhirnya masyarakat tidak dapat menerima pelayanan kesehatan dengan baik.
            Contoh lainnya adalah dikutip dari harian kompas 26 maret 2015 tentang Sistem Rujukan BPJS Belum Maksimal itu adalah akibat dari sistem yang belum terlealisasi. "Sistem rujukan berjalan, tetapi belum maksimal," kata Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional Chazali Husni Situmorang dalam diskusi yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan "Memahami Lebih Dalam Sistem Rujukan dan Pola Pembayaran BPJS", Kamis (26/3), di Jakarta. Akibatnya hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi terhambat.  Makin bertambah peserta dan pasien BPJS yang ingin mendapatkan pelayanan makin lambat pula pelayanan yang di dapat dan tidak maksimal dalam memberikan pelayanannya.
            Saat ini juga banyak masyarakat yang masih belum mendapatkan jaminan kesehatan yang maksimal. Sering kali masyarakat dibingungkan dengan sistem yang rumit, misalnya pendaftaran, perujukan dan lain sebagai nya. Mislanya hak masyarakat dalam menerima obat yang didapat secara gratis, kadang ada obat yang tidak bisa diberikan secara gratis (bukan obat generik) maka dari itu pihak rumah sakit atau pun puskesmas dan lain sbegainya dibingungkan dengan pemberian obat alhasil pasien sering kali untuk membeli obat sendiri bukan dari pelayanan BPJS itu sendiri.
            Dilihat dari masalah-maslah yang sering muncul kesiapan pemerintah akan pelayanan kesehatan untuk masyarakat belum sepenuhnya terlealisasi akibatnya hak masayarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi tidak ada. Dan akibat lainnya sistem yang lain pun tidak dapat dimaksimalkan. Banyak pihak yang mengeluh tentang sistem BPJS ini dari pihak rumah sakit, klinik, puskesmas dan lain sebgaianya.
            Infrastruktur layanan pun menjadi masalahnya misalnya masih banyak terjadi kekurangan tenaga (dokter, bidan, perawat) diberbagai RS. Ada banyak juga RS Kelas B yang belum memenuhi standar jumlah ketenagaan, khususnya untuk dokter dan dokter spesialis.
            Masalah lainnya yaitu terlihat dalam harian kompas  selasa, 6 Januari 2015 setahun berlaku, program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih bermasalah. Pemerintah mencatat ada beberapa permasalahan penting yang mewarnai program kesehatan tersebut.
            Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan, salah satu penyimpangan mendasar yang ditemukan dalam penyelenggaraan program tersebut adalah praktik curang yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Berdasarkan temuan pemerintah, ada masyarakat yang memanfaatkan program BPJS Kesehatan untuk menyembuhkan penyakit mereka saja, setelah itu tidak bayar iuran lagi. "Ada semacam moral hazard yang terjadi dan ini harus segera dibenahi," kata nya, Senin (5/1/2015).
            Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Akmal Taher menambahkan, masalah lain yang juga mewarnai program BPJS Kesehatan adalah adanya salah klaim dari pihak rumah sakit. Salah klaim tersebut bahkan, menyebabkan klaim yang diajukan pihak rumah sakit lebih tinggi dari yang seharusnya.
            Akmal mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti kesalahan klaim tersebut disebabkan oleh unsur kesengajaan atau tidak. Akmal belum mau mau memastikan nilai kesalahan klaim tersebut. "Tahun pertama masih sosialisasi, tahun 2015 akan dipertegas dan menyiapkan pengawasannya dan akan ditindak sesuai hukum," ujar Akmal.
            Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengakui masih ada banyak permasalahan yang mewarnai program BPJS Kesehatan selama 2014. Oleh sebab itu, ke depan, BPJS Kesehatan akan memperbaiki pelaksanaan program BPJS Kesehatan.
            Pelaksanaan BPJS Kesehatan harus lebih baik, sebab peserta BPJS Kesehatan terus meningkat. Begitu pula mitra BPJS Kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan dokter.
            Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, mengatakan, jumlah peserta penerima bantuan iuran yang berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu pada tahun 2015 ini akan bertambah sampai dengan 2,2 juta. Untuk menambah peserta tersebut pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 800 miliar pada 2015 dengan premi Rp 19.225 per orang per bulan. "Preminya sama seperti yang tahun kemarin," kata Untung.
            Memang pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya terhadap masyarakat miskin penerima bantuan iuran (PBI) yang pengobatannya ditanggung APBN, belum memuaskan. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, buruknya pelayanan ini bisa dilihat dari sikap rumah sakit yang masih mencari alasan untuk tidak melayani warga miskin penerima bantuan iuran.

Menurut Timboel, alasan rumah sakit bermacam- macam. Namun umumnya beralasan kamar pasien sedang penuh. Padahal ketika dicek banyak kamar kosong. "Ini seperti terjadi di Cengkareng, dan banyak kasus lainnya," kata Timboel, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya di Jakarta pekan ini. (Agus Triyono)
Sumber : http://print.kompas.com/baca/2015/03/26/Sistem-Rujukan-BPJS-Belum-Maksimal. 27 Maret 2015, 23.00 WIB.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/06/130228826/Ini.Permasalahan.Penting.di.BPJS.Kesehatan. 27 Maret 2015, 23.00 WIB.

            Menurut saya pemerintah seharusnya memaksimalkan pelayanan kesehatan masayarakat melalui BPJS kesehatan ini, karena hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari negara/pemerintah misalnya kesehatan. Dampak program BPJS kesehatan ini bagi masyarakat kelas bawah akan berdampak sangat baik namun pemerintah juga harus memikirkan sistem yang baik agar masyarakat tidak dibingungkan dengan sistem yang rumit. Dan juga sarana-sarana penunjang program BPJS juga harus dimaksimalkan.
            Solusi yang terbaik adalah pemerintah harus mengevaluasi sistem yang sekarang ini, mencari permaslahan, keluhan masayarakat tentang program BPJS ini dan mencari jalan keluar yang tepat agar sistem yang masih belum terlealisai tidak berdampak kepada masyarakat itu sendiri. Akibatnya masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dengan baik.