(Tema : Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan)
Penduduk,
diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu
daerah tetentu. Penduduk = popuasi, meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga
manusia. Penduduk adalah orang-orang
yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan
berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Masyarakat
adalah – suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah
tertentu – kehidupan sosialnya yang teratur karena memiliki pranata sosial yang
telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Pranata sosial dimaksudkan
sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota
masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
Kebudayaan
= hasil budi daya manusia – sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta
masyarakat.
·
Karya
manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan
·
asa
mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan
·
cipta merupakan
kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu
pengetahuan
Selo
Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua
hasil dari karya, rasa dan cipta masyarakat.
Karya
masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan
manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat
diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
Rasa
yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang
perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas. (agama,
ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi
dari jiwa manusia)
Cipta
merupakan kemampuan mental, kemampuan pikir dari orang yang hidup bermasyarakat
dan menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
Rasa
dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai
oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan
kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
Berbagai
penelitian antropologi budaya menunjukkan, bahwa terdapat korelasi diantara
corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota
masyarakat, secara garis besar. kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari
kepribadian bangsa yang bersangkutan.
Salah
satu contoh penuduk kebudayaan dan masyarakat adalah yaitu tradisi masyarakat
pada saat menjelang idul fitri dan permaslahan-permasalahn pada saat menjelang
idul fitri. Hari Raya Idul Fitri atau sering kali disebut Lebaran adalah
perayaan hari raya bagi umat Islam dimana petanda datangnya bulan yang
baru/awal yang baru. Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di Bulan
Ramadhan, maka pada tanggal 1 Syawal dirayakan Idul Fitri sebagai lambang
kemenangan. Menang dari peperangan terhadap hawa nafsu, baik itu godaan
makanan, minuman, perkataan, tingkah laku ataupun kebiasaan yang tidak baik.
Idul Fitri bisa berarti kembali ke fitra, mulai dari awal/kejadian. Dimana
ditandai dengan suara takbir serta disunnahkan dengan pelaksanaan sholat ied
yang dikumandangkan diseluruh mesjid. 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah jatuh
pada tanggal yang berbeda-beda disetiap tahunnya apabila dilihat dari
penanggalan Masehi.. Dimana penetapan tanggal jatuh nya 1 Syawal ditentukan
oleh Pemerintah dan ormas Islam. Sehingga kadang kala penetapan hari raya dari
sudut pandang beberapa ormas Islam berbeda dengan penetapan Pemerintah.
Hal
yang menarik dari Perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah :
1. Tradisi Pulang Kampung atau Mudik
Dimana sebagian besar masyarakat merayakan hari raya dengan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Perayaan Idul Fitri identik dengan bersilaturahmi kepada sanak keluarga dan teman, mengunjungi tetangga, meminta maaf atau memohon ampun kepada orang tua ataupun orang yang dituakan disertai sajian makanan khas lebaran. Oleh karena itu Pemerintah memfasilitasi dengan menetapkan hari raya sebagai Hari Libur Nasional. Sehingga otomatis seluruh perkantoran, sekolah dan instansi pemerintah tidak beroperasi. Biasanya perayaan ataupun liburan berlangsung selama 1 minggu.
Tradisi Mudik atau Pulang Kampung merupakan kesempatan berlibur dan meluangkan waktu bersama keluarga. Menikmati keindahan kampung halaman dan menjajali wisata kuliner khas yang ada ditempat tersebut. Khususnya di Jakarta yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang. Disaat-saat seperti ini, kota Jakarta berubah menjadi kota yang sepi padahal biasanya sangat ramai dan macet, ketika masa-masa liburan lebaran datang sebagian penghuni kota Jakarta pindah dan mudik ke kampung halaman.
Tradisi Mudik bagi penduduk Jakarta menjadi sangat menarik adalah ketika sebagian besar penduduk secara bersamaan pulang ke kampung halaman. Secara bersamaan meninggalkan Jakarta dan menyebar keluar kota baik itu masih di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa. Pergerakan penduduk ini dapat kita pantau melalui berita-berita di TV Nasional maupun pantauan arus lalu lintas. Semua jalur transportasi baik itu darat, laut maupun udara bagi saya menjadi sangat menarik untuk diikuti. Disini saya bisa melihat bagaimana perjuangan setiap pemudik melalui semua rintangan untuk menemui sanak saudara dan keluarga yang mereka cintai dan kasihi. Masing-masing pemudik punya cerita dan kisah nya sendiri-sendiri jika ditanya pengalaman mereka sepanjang mudik. Tapi yang pasti semua perjuangan pemudik terbayar lunas ketika mereka sampai dengan selamat menemui keluarga mereka. Melakukan sholat ied dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
2. Ketupat
Ketupat dimasyarakat Indonesia
identik dengan hari Raya Lebaran, meskipun di luar hari Raya Lebaran tetap ada tetapi
tidak seramai pada waktu hari Raya Lebaran, makanan ketupat biasa di lengkapi
dengan sayur santan dan semur.
3. Kue Nastar
Pada menjelang hari Raya Lebaran kue
nastar menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk cemilan disaat para
tamu dan sanak saudara berkunjung kerumah
4. Pakaian Baru
Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk
memakai baju baru dihari Raya Lebaran sudah ada sejak lama, kebiasaan
masyarakat Indonesia membeli pakaian baru menjelang hari raya lebaran
menjadikan berkah bagi para pedagang musiman
5. Silaturahmi
Sebenarnya Silaturahmi disaat bukan
hari raya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, tetapi tidak seperti
hari raya lebaran sanak keluarga baik dekat maupun jauh berkumpul selama hari
raya lebaran
6. Rekreasi
Tradisi-tradisi tersebut seharusnya
kita lestarikan dan ita jaga, tradisi atau kebuadayan seperti itu hanya ada di
Negara Indonesia maka sepatutnya kita bangga memiliki tradisi atau kebudayaan
yang dilakukan masyarakat indonesia pada saat menjelang lebaran idul fitri.
Sumber : file:///C:/Users/user/Downloads/Penduduk%20Masyarakat%20dan%20kebudayaan%20pdf.pdf






Tidak ada komentar:
Posting Komentar