Senin, 24 April 2017
PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
Dengan jumlah
total populasi sekitar 255 juta penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk
terpadat nomor empat di dunia. Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi
karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Meskipun demikian,
lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh dua suku terbesar.
Bagian ini membahas struktur dan cirikhas penduduk Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Senin, 24 April 2017
PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
Dengan jumlah
total populasi sekitar 255 juta penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk
terpadat nomor empat di dunia. Komposisi etnis di Indonesia amat bervariasi
karena negeri ini memiliki ratusan ragam suku dan budaya. Meskipun demikian,
lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh dua suku terbesar.
Bagian ini membahas struktur dan cirikhas penduduk Indonesia.
Dua suku terbesar ini adalah
Jawa (41 persen dari total populasi) dan suku Sunda (15 persen dari total
populasi). Kedua suku ini berasal dari pulau Jawa, pulau dengan penduduk
terbanyak di Indonesia yang mencakup sekitar enam puluh persen dari total populasi
Indonesia. Jika digabungkan dengan pulau Sumatra, jumlahnya menjadi 80 persen
total populasi. Ini adalah indikasi bahwa konsentrasi populasi terpenting
berada di wilayah barat Indonesia. Propinsi paling padat adalah Jawa Barat
(lebih dari 43 juta penduduk), sementara populasi paling lengang adalah
propinsi Papua Barat di wilayah Indonesia Timur (dengan populasi hanya sekitar
761,000 jiwa).
Motto nasional Indonesia 'Bhinneka Tunggal Ika'
(yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu dalam bahasa Jawa Kuno) mencerminkan
keanekaan varietas etnis, budaya dan bahasa yang dapat ditemukan dalam
batas-batas negara yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia ini.
Memang, kalau kita membayangkan seorang Papua yang menganut animisme bertemu
dengan seorang Muslim dari Aceh ada lebih banyak perbedaan - dalam hal agama,
pakaian, gaya hidup, tradisi, bahasa - antara kedua orang ini daripada ada
kesamaan.
Tingkat pertumbuhan
populasi Indonesia antara tahun 2000 dan 2010 adalah sekitar 1.49 persen per
tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi di propinsi Papua (5.46 persen), sementara
pertumbuhan populasi terendah terjadi di propinsi Jawa Tengah (0.37 persen). Program
Keluarga Berencana (KB) dikoordinasi oleh institusi pemerintah, yaitu Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program KB dimulai pada
tahun 1968 semasa pemerintahan presiden Suharto dan sampai saat ini masih
diteruskan oleh presiden2 penerusnya. Program ini adalah strategi penting bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pertumbuhan populasi yang rendah akan
menyebabkan tingkat PDB
per kapita yang lebih tinggi, yang
juga akan meningkatkan pendapatan, tabungan, investasi serta menurunkan tingkat
kemiskinan. Pertumbuhan populasi diperkirakan sebesar sekitar 1.2 persen pada
tahun 2015 sesuai data Bank Dunia. Badan Pusat Statistik
(BPS), lembaga statistik pemerintah, hanya melakukan penelitian menyeluruh pada
struktur populasi Indonesia sekali setiap dekade. Menurut studi terakhir
(dirilis pada tahun 2010), Indonesia memiliki jumlah penduduk 237.6 juta orang.
Namun, menurut perkiraan-perkiraan belakangan ini (dari berbagai lembaga)
Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 255 juta penduduk pada tahun 2016. Menurut proyeksi yang
dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menilik populasi absolut
Indonesia di masa depan, maka negeri ini akan memiliki penduduk lebih dari 270
juta jiwa pada tahun 2025, lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2035 dan 290
juta jiwa pada tahun 2045. Baru setelah 2050 populasi Indonesia akan berkurang. Menurut proyeksi PBB
pada tahun 2050 dua pertiga populasi Indonesia akan tinggal di wilayah
perkotaan. Sejak 40 tahun yang lalu Indonesia sedang mengalami sebuah proses
urbanisasi yang pesat makanya sekarang sedikit lebih dari setengah jumlah total
penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Proses ini menunjukkan
perkembangan positif bagi ekenomi Indonesia karena urbanisasi dan
industrialisasi akan membuat tumbuhnya ekonomi lebih maju dan menjadikan
Indonesia negeri dengan tingkat pendapatan menengah ke atas. Kota-kota terbesar di
Indonesia ditemukan di pulau Jawa. Di sini kita menemukan ibu kota Jakarta yang
memiliki lebih dari 10 juta penduduk menurut sensus resmi terbaru (data dari
2011). Angka yang tidak resmi kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Selain itu,
setiap pagi sejumlah besar pekerja berjalan dari dareah perkotaan satelit
menuju Jakarta untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada sore atau malam hari
mereka berjalan pulang ke kota-kota satelit di sekitar Jakarta. Arus harian
yang besar ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah di Jakarta. Setelah Jakarta,
kota-kota terbesar di Indonesia adalah Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa
Barat), Bekasi (Jawa Barat), dan Medan (Sumatra Utara).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar