Kamis, 25 Mei 2017

DAMPAK ADANYA KECELAKAAN DI PERTAMBANGAN

       Kecelakaan  adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga, tidak dikehendaki dan dapat menyebabkan kerugian baik jiwa maupun harta benda (Rachman, 1990).
Menurut Suma’mur (1989), kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang berhubungan dengan kerja pada perusahaan, artinya bahwa kecelakaan kerja terjadi disebabkan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Kecelakaan yang terjadi pada pekerja/karyawan suatu perusahaan karena adanya hubungan kerja. 
      Kecelakaan akibat tambang adalah kecelakaan yang terjadi pada pekerja/karyawan pada pekerjaan pertambangan : Kecelakaan tambang merupakan bagian dari kecelakaan kerja; Kecelakaan kerja merupakan bagian dari kecelakaan; Kecelakaan merupakan bagian dari insiden.
       Cedera akibat kecelakaan dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga), yaitu : cedera ringan, cedera berat dan mati.  Cedera ringan, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 (satu) hari dan kurang dari 3 (tiga) minggu, termasuk hari minggu dan hari libur. Cedera berat, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari (tiga) minggu termasuk hari minggu dan libur, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid) yang tidak mampu menjalankan tugas semula, dan apabila akibat kecelakaan tambang tidak tergantung dari lamanya pekerja tambang tidak mempumelakukan tugas semula karena mengalami cedera. Mati, pabila kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu 24 jam terhitung dari waktu terjadinya kecelakaan tersebut.
Dampak kecelakaan kerja akibat tambang mengakibatkan kerugian baik si korban, keluarga si korban maupun perusahaan. Sehingga kecelakaan mengakibatkan kerugian produksi dan kerugian biaya/ meningkatkan biaya, jadi kecelakaan menyebabkan pemborosan. Dan apabila sering terjadi kecelakaan mengakibatkan proses produksi berjalan dengan tidak aman dan tidak efisien.

Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan Energi

A. DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN      
  Industri pertambangan merupakan salah satu industri yang diandalkan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan devisa. Selain mendatangkan devisa industri pertambangan juga menyedot lapangan kerja dan bagi Kabupaten dan Kota merupakan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)

B. PEMANFAATAN PERTAMBANGAN
   Pengembangan dan pemanfaatan energi perlu secara bijaksana diperbaiki, baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang. Sebab, minyak bumi sebagai sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaannya terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan  dan pemanfaatan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, dan sebagainya.

C. PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI
   Sumber daya bumi di bidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Cara pengelolaan pembangunan pertambangan energi :

-   Survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
-    Penggunaan secara ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan.
-  Perencanaan pembangunan pertambangan pada pengaruh ekosistem baik lokal maupun lebih luas perlu dipertimbangkan di setiap proses nya
-   Kerusakan-kerusakan akibat pembangunan pertambangan harus dihindari atau dikurangi, sebab melindungi ekosistem lebih mudah daripada memperbaikinya.
           
  Dalam pemanfaatan sumber daya pertambangan perlu menulusuri pengolahan dan penggunaanya harus secara hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan “Energi” di Indonesia.


Kamis, 25 Mei 2017

DAMPAK ADANYA KECELAKAAN DI PERTAMBANGAN

       Kecelakaan  adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga, tidak dikehendaki dan dapat menyebabkan kerugian baik jiwa maupun harta benda (Rachman, 1990).
Menurut Suma’mur (1989), kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang berhubungan dengan kerja pada perusahaan, artinya bahwa kecelakaan kerja terjadi disebabkan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Kecelakaan yang terjadi pada pekerja/karyawan suatu perusahaan karena adanya hubungan kerja. 
      Kecelakaan akibat tambang adalah kecelakaan yang terjadi pada pekerja/karyawan pada pekerjaan pertambangan : Kecelakaan tambang merupakan bagian dari kecelakaan kerja; Kecelakaan kerja merupakan bagian dari kecelakaan; Kecelakaan merupakan bagian dari insiden.
       Cedera akibat kecelakaan dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga), yaitu : cedera ringan, cedera berat dan mati.  Cedera ringan, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 1 (satu) hari dan kurang dari 3 (tiga) minggu, termasuk hari minggu dan hari libur. Cedera berat, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari (tiga) minggu termasuk hari minggu dan libur, apabila akibat kecelakaan tambang yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid) yang tidak mampu menjalankan tugas semula, dan apabila akibat kecelakaan tambang tidak tergantung dari lamanya pekerja tambang tidak mempumelakukan tugas semula karena mengalami cedera. Mati, pabila kecelakaan tambang yang mengakibatkan pekerja tambang mati dalam waktu 24 jam terhitung dari waktu terjadinya kecelakaan tersebut.
Dampak kecelakaan kerja akibat tambang mengakibatkan kerugian baik si korban, keluarga si korban maupun perusahaan. Sehingga kecelakaan mengakibatkan kerugian produksi dan kerugian biaya/ meningkatkan biaya, jadi kecelakaan menyebabkan pemborosan. Dan apabila sering terjadi kecelakaan mengakibatkan proses produksi berjalan dengan tidak aman dan tidak efisien.

Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan Energi

A. DESKRIPSI INDUSTRI PERTAMBANGAN      
  Industri pertambangan merupakan salah satu industri yang diandalkan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan devisa. Selain mendatangkan devisa industri pertambangan juga menyedot lapangan kerja dan bagi Kabupaten dan Kota merupakan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)

B. PEMANFAATAN PERTAMBANGAN
   Pengembangan dan pemanfaatan energi perlu secara bijaksana diperbaiki, baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energi secara strategis dalam jangka panjang. Sebab, minyak bumi sebagai sumber utama pemakaian energi yang penggunaannya terus meningkat, sedangkan jumlah persediaannya terbatas. Karena itu perlu adanya pengembangan  dan pemanfaatan sumber-sumber energi lainnya seperti batu bara, tenaga air, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, dan sebagainya.

C. PEMBANGUNAN PERTAMBANGAN ENERGI
   Sumber daya bumi di bidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Cara pengelolaan pembangunan pertambangan energi :

-   Survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para ahli agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.
-    Penggunaan secara ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan.
-  Perencanaan pembangunan pertambangan pada pengaruh ekosistem baik lokal maupun lebih luas perlu dipertimbangkan di setiap proses nya
-   Kerusakan-kerusakan akibat pembangunan pertambangan harus dihindari atau dikurangi, sebab melindungi ekosistem lebih mudah daripada memperbaikinya.
           
  Dalam pemanfaatan sumber daya pertambangan perlu menulusuri pengolahan dan penggunaanya harus secara hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan “Energi” di Indonesia.