![]() |
Istilah
demokrasi selama ini hanya diidentikkan dengan permasalahan politik yang
ditujukan ke ranah pemerintahan suatu negara dan berhubungan dengan kekuasaan.
Akan tetapi demokrasi pada hakikatnya adalah hak asasi bagi setiap warga negara
termasuk demokrasi. dan sebenarnya jika ditarik lebih jauh lagi, konsep
demokrasi juga dapat diterapkan di dalam keluarga terutama dalam hal mengambil
keputusan, pola asuh dan komunikasi antara anak dengan orang tuaKetika dikaitakan antara demokrasi dan keluarga, hal itu diawali
dari rumah tangga yang harmonis (sakinah). Lain halnya ketika keluarga tersebut
tidak harmonis tentunya proses demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau
bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali. Implikasi terwujudnya demokrasi
dalam keluarga antara lain :
Pertama,
tidak ada diskriminasi. Keluarga sakinah merupakan manifestasi dari keluarga
demokratis. Dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang
satu dengan yang lain. Semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama.
Kedua,
semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang
demokratis memberikan kebebasan kepada anggota keluarganya untuk menentukan
sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak kepada
anaknya dalam menentukan pilihan. Yang terjadi justru komunikasi yang sehat
antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.
Ketiga,
tidak ada kekerasan. Ciri rumah tangga yang demokrasi antara lain tidak
memperlakukan tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota
keluarga. Sebab kewibawaan orang tua tidak selalu berawal dari sikap yang
keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan alternatif terbaik bagi
anak-anaknya, bukan bertindak semena-mena.
Keberadaan proses demokrasi di dalam keluarga juga akan
menimbulkan suatu kesetaraan dan keadilan baik bagi suami dan istri serta anak
sehingga setiap pihak memilih peran yang saling mendukung satu sama lain,
tentunya hal tersebut harus diawali dengan komunikasi antar keluarga agar
menemukan pemikiran akan kehendak dari setiap pihak dan juga agar dapat
meminimalisir potensi konflik dari keluarga tersebut.
Berikut contoh demokrasi yang terjadi dalam sebuah keluarga, dimana seorang ayah tidak memiliki tanggung jawab teradap urusan keluarga, kewajiban ayah sebagai kepala keluarga tidak andil dalam masalah
yang dihadapi dalam keluarga tersebut. Tidak terjadinya demokrasi yang baik
di dalam keluarga. Leni sebagai seorang ibu rumah tangga, putri sebagai putri tunggal, dan yazid sebagai ayah (kepala keluarga). Berikut cuplikan video nya :
